HN : Jurnalistik Jangan Seperti Intel yang Menyamar

MAKASSAR, radarnkri.com | Tiga organisasi media Online yakni Pewarta Online Indonesia (POIN), Media Online Indonesia (MOI) serta Serikat Wartawan Media Online Republik Indonesia (SEKAT-RI) kembali bekerjasama menggelar pelatihan dasar jurnalistik secara gratis.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Bahagia Jl. Buru No.23-25 Makassar, Minggu, (26/7/2020). dengan mengangkat tema “Bersama sama Kita Ciptakan Jurnalis Profesional”.

Sekertaris Jenderal POIN, Ruslan Rahman menuturkan, ini kali kedua kami bekerjasama dengan dua organisasi media online yakni SEKAT-RI dan MOI guna menciptakan jurnalis jurnalis yang profesional yang betul-betul bisa disebut jurnalis/wartawan yang memang bisa menulis berita.

“Kami bekerjasama dengan harapan bisa menciptakan jurnalis yang betul-betul bisa menulis tidak sekedar wartawan yang punya id Pers saja tapi tidak bisa menulis” jelas Ruslan

“Dalam pelatihan ini kita sebagai pers punya fungsi untuk mengedukasi maksyarakat Bukan hanya membuat konten berita tetapi juga bagaimana melakukan verifikasi terhadap berita- berita  hoax,” tambahnya.

Ruslan berharap Pelatihan Jurnalistik gratis seperti ini bisa menjadi kegiatan yang rutin dan bisa digelar di berbagai daerah atau tempat-tempat lain.

“Mungkin bisa digelar di tempat lain supaya makin luas dan menjadi suatu gerakan edukasi teman teman jurnalis terutama untuk yang punya keinginan besar untuk terus belajar,” ujarnya.

Senada dengan ini, Ketua Umum SEKAT-RI, Muhammad Iqbal Salim menyampaikan, bahwa wartawan merupakan pekerja intelektual, membangun kreatifitas dalam dunia jurnalistik.

Peran wartawan sangat penting dalam mengawal pembangunan daerah. Oleh karena itu, wartawan dituntut untuk terus mengasah ilmu dengan mengikuti training, banyak membaca serta membangun komunikasi

“Kemampuan dalam berdialog di depan narasumber harus dikuasai oleh seorang jurnalis. Bahkan dalam mengelola hasil wawancaranya sesuai kunci 5W+1H + 2E + 1S yang kemudian dituangkan dalam berita,” ujarnya

Untuk itu, Iqbal menuturkan kembali bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada rekan-rekan jurnalis

“Melalui pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada peserta tentang cara menulis berita yang baik dan benar,” pungkasnya

Tugas utama jurnalis itu beritakan kebenaran, bukan menjadi penjilat penguasa, “Katakanlah kebenaran walaupun itu pahit” kata Iqbal mengakhiri.

Sementara Herman Nompo, ST.,SH.,MT Ketua DPD BAIN HAM RI Kota Makassar selaku pemateri menjelaskan tentang etika jurnalistik adalah himpunan etika profesi kewartawanan. Wartawan selain dibatasi oleh ketentuan hukum, seperti Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, juga harus berpegang kepada kode etik jurnalistik.

” Sekarang ini wartawan susah di bedakan antara polisi dan wartawan.

Menurutnya, seorang jurnalis harus memakai atribut saat sedang melakukan peliputan, jangan seperti Intel yang menyamar.” ungkapnya pada awak media, Minggu 26 Juli 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *